APBN Harus Jadi Shock Absorber, Wamenkeu Juda Agung: Ketahanan Bukan Tanpa Guncangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan APBN harus berfungsi sebagai shock absorber guncangan global. Dampak konflik geopolitik seperti gangguan pasokan minyak, kenaikan harga energi, inflasi, suku bunga, arus modal, dan nilai tukar harus diantisipasi melalui kebijakan fiskal yang adaptif. Kebijakan harus menjaga disiplin keuangan negara sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Stabilitas sektor keuangan menjadi fondasi utama, dengan perluasan akses pembiayaan ke UMKM, inovasi, dan sektor produktif untuk menciptakan lapangan kerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 14.57
Wamenkeu tegaskan ketahanan fiskal jadi kunci jaga pertumbuhan
Berita terkait
APBN RI Defisit Rp240 Triliun hingga Agustus, Suahasil Beberkan Kondisi Ekonomi Indonesia
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.41
Suahasil Bongkar Jurus Racik APBN demi Kejar Pertumbuhan 6%
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.53
Menkeu Suahasil: APBN Harus Terus Pertajam Belanja, Bukan Sekadar Potong Anggaran
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 19.24
Menkeu Suahasil siapkan APBN untuk dorong investasi
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 18.52