Warga RI Makin Banyak Utang Pinjol, Juli Tembus Rp 105 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Total utang masyarakat Indonesia melalui layanan pinjaman online (pinjol) atau P2P Lending mencapai Rp 105,63 triliun pada Juli 2026, tumbuh 24,76% secara tahunan. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers RDKB Agustus. Tingkat risiko kredit macet (TWP90) fintech P2P lending pada periode yang sama mencapai 4,32%, naik dari 4,26% pada bulan sebelumnya.
Di sisi lain, industri pergadaian juga mengalami pertumbuhan signifikan. Pada Juli 2026, penyaluran pembiayaan pergadaian tumbuh 50,73% year-on-year mencapai Rp 160,78 triliun. Produk gadai mendominasi pasar dengan Rp 136,39 triliun atau 84,83% dari total pembiayaan.
OJK juga menerbitkan persetujuan peningkatan lingkup wilayah usaha menjadi nasional kepada dua perusahaan pergadaian: PT Pusat Gadai Indonesia dan PT Raja Gadai Indonesia. Dengan penambahan ini, terdapat lima perusahaan pergadaian dengan lingkup wilayah nasional di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.31
OJK Catat Pembiayaan Pinjol Tembus Rp105,63 T Juli 2026, Naik 24,76%
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.02
Bisnis Gadai Lagi Ngebut, Pembiayaan Melesat 50,73% Yoy
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 15.30
Cara Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Jangan Sampai Tak Tahu
Berita terkait
Utang Non Bank Makin Diminati Warga Pinjol hingga Paylater Laris Manis
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.17
OJK Tetapkan Izin Usaha PT Gadai Sakti Jakarta Jadi Gadai Sakti Indonesia
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 17.33
OJK Beri Izin Asuransi Kredit Indonesia dan Berkat Karunia Gadai
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 13.50
Gadai Makin Diminati, Aset Mewah Kini Jadi Agunan
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 17.40