Zulhas Buka-bukaan Penyebab RI Impor Kedelai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan Indonesia masih mengimpor kedelai karena produktivitas bibit lokal yang rendah. Ia mengaku dulu pernah menanam kedelai di masa kecilnya. Namun, produktivitas kedelai dengan bibit lokal hanya mencapai 1 ton per hektar, sementara negara maju yang menggunakan rekayasa genetika mampu menghasilkan hingga 10 ton per hektar. Akibat perbedaan produktivitas ini, harga kedelai lokal bisa mencapai 3-4 kali lipat dibandingkan impor, sehingga tidak bersaing di pasar.
Zulhas menegaskan bahwa pemerintah mengedepankan swasembada pangan secara bertahap, terlebih dahulu pada komoditas beras dan jagung, kemudian perlahan ke komoditas lain seperti gula, garam, hingga ikan. Ia menyebutkan impor beras tahun 2024 mencapai 4,5 juta kemasan, daging sapi mencapai 1 juta ekor, dan kedelai mencapai 4 juta ton. Dengan strategi bertahap ini, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan impor secara bertahap.
Pemerintah menyadari bahwa mewujudkan swasembada pangan tidak bisa dilakukan sekaligus. Fokus utama saat ini tetap pada beras dan jagung sebagai komoditas strategis, sementara kedelai dan komoditas lainnya akan dikembangkan setelah produktivitas dan ketersaingan lokal semakin baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 10.54
Zulkifli Hasan Luncurkan Buku Pangan Indonesia, Ditulis Sendiri Bareng Dirgayuza
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.35
Ganti Metode Tanam Modern, Amran Sebut Petani Bisa Cuan Rp35 Juta
Berita terkait
PalmCo Rintis Proyek Kedelai 1.000 Hektare untuk Tekan Impor
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 20.03
Kementan Gandeng Unesa Kembangkan Bibit Kedelai Unggul untuk Dukung Swasembada
JawaPos · 13 Agustus 2026 pukul 19.30
Zulhas Ungkap Biaya Produksi Beras di Vietnam Rp3.800: Kita Rp12 Ribu
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 14.36
Harga Beras Bisa Tembus Rp 20.000/Kg Jika RI Terus-terusan Impor
Detik.com · 4 September 2026 pukul 14.08