Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

BMKG Pantau Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Potensi Tsunami di Selat Sunda

BMKG memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berdampak berarti pada jalur penyeberangan Selat Sunda. Pemantauan melalui HF Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung menunjukkan probabilitas tsunami kategori rendah (di bawah 50 persen) per 7 September 2026. BMKG juga memasang lebih dari 20 tsunami gauge dan sensor seismograf untuk mendeteksi anomali muka air laut serta potensi flank collapse. Hingga kini, tidak ditemukan kenaikan muka air laut yang tidak wajar, dan fenomena air surut yang viral pada 6 September dijelaskan sebagai pola pasang-surut astronomis normal.

Data dari tiga lokasi rekaman magnet bumi di Lampung Selatan, Serang, dan Sukabumi menunjukkan tren penurunan aktivitas erupsi sejak 4 September 2026. Terdapat perbedaan informasi mengenai waktu penurunan aktivitas: satu sumber menyebutkan penurunan sejak 4 September, sementara sumber lain menyebutkan penurunan dibandingkan erupsi pada 4 dan 5 September. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap tanda-tanda tsunami dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG, serta BPBD.

Menurut tiap media