Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BNPB Intensifkan Water Bombing dan OMC di Kalimantan dan Sumatra untuk Hadapi Karhutla

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra dengan menggunnakan operasi water bombing helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG. Di Kalimantan, BNPB menyiagakan 30 helikopter untuk water bombing, sementara di Sumatra dialokasikan 22 helikopter. Operasi ini dilakukan terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, yang mengalami peningkatan titik panas dan asap akibat minimnya curah hujan selama hampir satu minggu terakhir. OMC dilaksanakan kembali setelah evaluasi teknis dan ketersediaan awan, dengan penyemaian awan menggunakan garam untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan.

Berdasarkan laporan Detik.com, tiga helikopter melakukan 384 kali penjatuhan air dengan total 1,536 juta liter air pada 20-21 Agustus 2026, dengan rata-rata 4.000 liter per penjatuhan. Namun, laporan Media Indonesia menyebutkan bahwa di Kalimantan Barat, empat unit water bombing melakukan delapan sortie dengan total 1.052.000 liter air untuk menangani sekitar 13 hektare lahan, sementara di Kalimantan Selatan, dua helikopter melakukan 243 kali penjatuhan dengan volume 1.029.000 liter untuk area yang sama. Di Kalimantan Tengah, tiga helikopter melakukan 159 kali penjatuhan air setelah menemukan 25 fire spot.

Di sisi lain, kumparan melaporkan bahwa BNPB mengerahkan 10.010 personel, 11 unit helikopter, dan enam unit water bombing di Kalimantan Barat, dengan dua pangkalan Satgas Udara yang dibuka di Pontianak dan Ketapang. Untuk mendukung operasi pemadaman, BNPB juga menambah 100 unit mobil tangki air per provinsi dan memastikan personel dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) serta pompa air bertekanan tinggi. Presiden Prabowo Subianto turun langsung untuk meninjau lokasi karhutla di Kalimantan Barat dan Riau, serta memastikan pasokan oksigen segera diperkuat untuk mendukung penanganan di Riau. Beberapa kejadian karhutla berhasil dipadamkan, seperti di Kota Batam (35 hektare), Kabupaten Samosir (5 hektare), dan Kabupaten Kutai Barat (10 hektare), sementara di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, karhutla telah tersebar di tujuh distrik dengan total 396,13 hektare lahan terbakar dan empat kepala keluarga terdampak.

Menurut tiap media