Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Harga Minyak Dunia dan BBM di Indonesia

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk serangan drone terhadap pipa East-West Arab Saudi serta gangguan di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab oleh Houthi, memicu lonjakan harga minyak dunia hingga melampaui USD 100 per barel. Minyak Brent tercatat mencapai USD 108 per barel pada 10 September 2026 dan sekitar USD 107,51 per barel pada 14 September 2026. Kondisi ini mengancam pasokan energi global dan meningkatkan risiko inflasi.

Di Indonesia, pemerintah menjamin harga BBM bersubsidi seperti Pertalite (Rp10.000/liter) dan Biosolar (Rp6.800/liter) tetap stabil hingga akhir 2026. Namun, harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian sejak awal September 2026. Terdapat perbedaan data mengenai harga Pertamax: Detik.com menyebut harga turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter, sementara ANTARA News dan Liputan6.com menyatakan harga Pertamax tetap atau tidak berubah.

Produk nonsubsidi lainnya mengalami kenaikan, seperti Pertamax Turbo menjadi Rp19.600, Pertamax Green Rp19.150, Dexlite Rp23.700, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Pertamina memperkirakan jika harga minyak dunia tidak turun dari kisaran USD 60-70 per barel, harga BBM nonsubsidi berpotensi naik hingga Rp18.000-Rp20.000 per liter.

Menurut tiap media