Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Danantara Konsolidasi BUMN dan Gandeng Investor Asing dalam Transformasi Ekonomi

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi diresmikan pada 24 Februari 2025 di bawah Presiden Prabowo Subianto sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Danantara mengelola dua pilar utama: Danantara Asset Management yang mengkonsolidasikan aset BUMN, dan Danantara Investment Management yang mengembangkan dana investasi. Dalam review terhadap 1.074 perusahaan BUMN, 52% mengalami kerugian dan inefisiensi sebesar Rp50 triliun per tahun. Untuk memperbaiki ini, Danantara menerapkan empat langkah: likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi, dengan target akhir tahun 2026 hanya 254 BUMN yang tersisa.

Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, memimpin inisiatif transformasi ini yang mencakup penggabungan lima BUMN di bidang aset dan manajemen serta 23 kawasan industri untuk mencapai sinergi optimal. Dony juga memproyeksikan laba bersih konsolidasi seluruh BUMN mencapai Rp360 triliun pada 2026, melampaui capaian Temasek Holdings yang mencapai Rp136 triliun. Proyeksi ini didasarkan pada tren positif di mana laba BUMN tumbuh dari Rp254 triliun pada 2022 menjadi Rp292 triliun pada 2023, terkoreksi menjadi Rp186 triliun pada 2024, kemudian pulih hingga Rp326 triliun pada 2025.

Di sisi lain, Danantara juga melakukan investasi internasional sebesar US$1 miliar (setara Rp17,75 triliun) kepada Partners Group, perusahaan manajemen aset asal Swiss. Dana tersebut akan digunakan untuk peluang pinjaman langsung di seluruh Asia, khususnya Indonesia, dengan US$600 juta untuk pinjaman langsung dan US$400 juta dikelola sebagai discretionary tranche. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan investasi ini diproyeksikan memberikan pengembalian yang baik. Investasi ini merupakan bagian dari strategi Danantara untuk berinvestasi baik di dalam maupun luar negeri guna menghasilkan imbal hasil optimal dan transfer pengetahuan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Menurut tiap media