Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Dampaknya terhadap Wilayah Indonesia

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi eksplosif selama lebih dari 24 jam pada 5 September. Satelit NASA Landsat 8 dan Suomi NPP merekam kolom abu mencapai 6.000 meter di timur dan 15.000 meter di barat gunung. Dampaknya, delapan bandara ditutup, hampir 3.000 penerbangan terganggu, serta terjadi hujan abu di Jakarta dan Jawa Barat yang memicu risiko kesehatan. Terdapat perbedaan data tahun kejadian, di mana beberapa sumber menyebutkan 2024 dan sumber lain menyebutkan 2026.

Sebagai respons, anggota DPRD DKI Jakarta membagikan 100 dus masker gratis di Jakarta Barat untuk mencegah lonjakan harga. Dampak kesehatan tercatat mencapai 16.759 kasus ISPA di empat provinsi. Selain itu, dilaporkan delapan jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda, dengan area pencarian seluas 2.483 mil laut persegi oleh Polda Lampung.

BMKG menyatakan sebaran abu vulkanik tidak lagi terdeteksi di wilayah Indonesia sejak Kamis (10/9/2026) pukul 01.00 WIB karena telah bergerak ke arah barat menuju Samudra Hindia. Pemantauan HF Radar dan tide gauge juga menunjukkan tidak ada peningkatan tinggi gelombang di Selat Sunda sebagai indikator tsunami. BMKG mengimbau masyarakat agar menyampaikan informasi secara utuh guna mencegah salah persepsi.

Menurut tiap media