Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Eskalasi Konflik Arab Saudi dan Houthi di Yaman serta Dampaknya

Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran meningkat tajam sejak Juli 2026. Houthi berhasil merebut kota pelabuhan strategis Mokha dan Pulau Zuqar, yang menempatkan mereka pada jarak 70-80 km dari Selat Bab al-Mandab. Eskalasi ini memicu pengungsian besar di Yaman, termasuk 6.145 keluarga di tiga provinsi sejak awal September, serta serangan rudal dan drone Houthi yang menewaskan warga sipil Saudi dan satu warga negara Indonesia di kapal MV Tihamah. PBB mengecam serangan tersebut dan menyerukan penahanan diri di tengah kebutuhan bantuan kemanusiaan Yaman sebesar 2,2 miliar dolar AS, meski baru terkumpul 438 juta dolar.

Arab Saudi melalui Pangeran Faisal bin Farhan menegaskan kesiapan membela diri, sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman meminta bantuan militer Amerika Serikat. Namun, Presiden Donald Trump menolak permintaan serangan langsung tersebut untuk tetap fokus pada Iran dan Selat Hormuz. Dampak konflik ini meluas ke ekonomi global dengan harga minyak WTI dan Brent melampaui US$100 per barel, bahkan satu sumber menyebut Brent mencapai US$105. Di sisi lain, Houthi mengklaim operasi mereka adalah bentuk solidaritas terhadap Palestina dan menyatakan navigasi internasional tetap aman meski memberlakukan embargo maritim terhadap kapal Arab Saudi.

Menurut tiap media