Belum Kuasai Selat Hormuz, Trump Tolak Ajakan Arab Saudi Serang Houthi di Yaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump menolak permintaan Arab Saudi untuk melancarkan serangan militer terhadap kelompok Houthi di Yaman. Penolakan ini disampaikan setelah dua komunikasi telepon antara Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Pemerintah AS tidak memiliki rencana untuk bertindak militer langsung terhadap Houthi, dengan prioritas Trump saat ini pada pengamanan Selat Hormuz dan penghadangan terhadap Iran. Kebijini ini bertujuan mencegah pembentukan front militer baru di kawasan yang masih mengalami ketegangan.
Eskalasi konflik di Yaman meningkat sejak awal Juli 2026, dimulai ketika jet Arab Saudi menghalangi pesawat sipil Iran di Bandara Sanaa. Houthi kemudian membalas dengan menyerang militer Yaman, target di Arab Saudi, dan memberlakukan blokade maritim di Laut Merah. Arab Saudi melakukan serangan udara ke Marib, al-Jawf, Taiz, dan Hodeidah, sementara Houthi menyerang fasilitas kilang minyak Aramco dan Bandara Abha.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.16
Trump Tolak Permintaan Arab Saudi untuk Serang Houthi di Yaman
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 19.29
Houthi Peringatkan Turki dan Pakistan Tidak Dukung Arab Saudi dalam Perang di Yaman
Detik.com · 11 September 2026 pukul 17.13
Konflik Yaman Memanas, Houthi Rebut Kota Pelabuhan Mokha
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 16.32
Produksi Minyak Arab Saudi Anjlok ke Tingkat Terendah Sejak 1990
Berita terkait
MBS Dua Kali Telepon Trump, Desak Serang Houthi di Yaman tapi Ditolak
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.52
Arab Saudi Ancam Konsekuensi Besar Usai Serangan Houthi
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.52
Pasukan Pro-Saudi Siap Rebut Ibu Kota Yaman yang Dikuasai Houthi, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 01.10
Perang Saudara Berkecamuk di Negeri Para Habib, 189 Orang Tewas
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 08.58