Trump Tolak Permintaan Arab Saudi untuk Serang Houthi di Yaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak permintaan langsung Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) untuk melakukan serangan militer terhadap pasukan Houthi di Yaman. MBS membuat dua panggilan telepon pada Kamis (10/9/2026) meminta eksekusi serangan, namun Trump menolak karena tidak ingin terlibat lebih jauh dalam konflik langsung. Meskipun menolak aksi militer langsung, Washington memperkuat dukungan kepada Arab Saudi dan fokus tetap pada Iran serta pengamanan Selat Hormuz. Laksamana Brad Cooper, komandan Centcom, melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk koordinasi mendesak. Konflik di Yaman memuncak dengan serangan Houthi menghancurkan pesawat tempur Saudi dan mengancam jalur pelayaran Laut Merah, memicu lonjakan harga minyak Brent ke US$105.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 17.13
Konflik Yaman Memanas, Houthi Rebut Kota Pelabuhan Mokha
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.52
MBS Dua Kali Telepon Trump, Desak Serang Houthi di Yaman tapi Ditolak
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 16.32
Produksi Minyak Arab Saudi Anjlok ke Tingkat Terendah Sejak 1990
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 04.40
Perang Yaman Berkecamuk! Pemberontak Houthi dan Pasukan Pro-Saudi Berebut Sanaa dan Laut Merah
Berita terkait
Houthi Kuasai Kota Pelabuhan Strategis Mokha, Makin Dekat ke Selat Bab al-Mandab
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 06.24
Konflik Saudi-Houthi Meningkat, Setiap Hari 1.400 Orang Yaman Mengungsi
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 23.38
PBB Kecam Serangan Antek Iran yang Menewaskan Warga Sipil Arab Saudi
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 13.22
Arab Saudi Ancam Konsekuensi Besar Usai Serangan Houthi
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.52