Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Melemah Beberapa Hari Berturut-turut Akibat Tekanan Minyak dan Geopolitik

IHSG mengalami beberapa sesi penurunan berturut-turut pada Kamis dan Jumat (10-11/9/2026), dengan media melaporkan angka penutupan yang bervariasi. Media Indonesia mencatat IHSG melemah 0,11% ke 6.670,80 pada sesi pagi Kamis, sementara CNBC Indonesia melaporkan penurunan 0,14% ke 6.668,52 pada sesi I yang sama. Di sisi lain, Warta Ekonomi dan CNBC Indonesia (edisi lain) mencatatkan penurunan lebih dalam yakni 1,33% dan 1,29% berturut-turut ke level 6.589,20 dan 6.591,90 pada penutupan Kamis. Kumparan juga melaporkan penurunan 1,33% ke 6.589,34 dan proyeksi lanjutan ke level di bawah 6.525. Pada Jumat, kumparan mencatat IHSG kembali melemah 0,73% ke 6.541,38. Seluruh media menyatakan tekanan utama berasal dari kenaikan harga minyak Brent di atas $101-102 per barel dan kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun ke 4,845%. Konflik AS-Iran di Selat Hormuz menjadi faktor geopolitik utama. Beberapa media menyebutkan proyeksi analis Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas mengenai kemungkinan koreksi lanjutan. Sementara itu, sentimen pasar Asia juga melemah, khususnya Nikkei 225 yang turun 1,93%. Rupiah juga melemah, dilaporkan antara Rp17.547 hingga Rp17.609,8 per dolar AS. Di sisi domestik, IKK Indonesia naik ke 118,5 dan penjualan mobil meningkat 32,4% YoY, namun penjualan ritel diperkirakan turun 3,3% YoY. Volume perdagangan bervariasi antar media, meliputi dari Rp11,52 triliun hingga Rp21,52 triliun dengan volume saham antara 22,52 hingga 50,05 miliar lembar.

Menurut tiap media