Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Ditangkap Citra Satelit NASA, Dampak Luas Menyentuh Indonesia dan Lingkungan

Citra satelit NASA pada 1 September 2026 menunjukkan kabut asap tebal menyelimuti Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Instrumen MODIS pada satelit Aqua NASA mengidentifikasi 946 titik panas pada 31 Agustus 2026, dengan kebakaran di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Fenomena El Niño kuat memperparah kemarau, dengan 90 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan sangat sedikit pada awal Agustus 2026. Hingga 2 September 2026, emisi kebakaran mencapai 10 persen dari total tahun 2015. Dampaknya meliputi penutupan taman nasional, penundaan penerbangan, dan aktivitas belajar daring di sekolah. Di negara tetangga seperti Filipina, kualitas udara mencapai 'sangat tidak sehat' dengan tingkat polusi empat kali lipat dari rekomendasi WHO. Pemerintah menggunakan platform SiPongi untuk memantau titik api secara real-time, namun sensor MODIS dan VIIRS memiliki keterbatasan dalam mendeteksi kebakaran yang tertutup asap. Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pembentukan sistem penanganan satu kendali dan penyegelan 21 badan usaha terkait lahan bermain kirai di tujuh provinsi. Kebakaran juga tercatat di Jawa, Sulawesi, dan Papua Barat dengan lebih dari 200.000 hektar lahan terbakar sejak Januari 2026, di mana Kalimantan Barat menjadi wilayah paling terdampak.

Menurut tiap media