Kenaikan Harga Minyak atas Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Harga minyak dunia melonjak mendekati US$100 per barel, dengan Brent mencapai US$92,04 dan WTI US$86,12 pada 20 Agustus 2026. Kenaikan didorong ketidakpastian perang AS-Iran di Timur Tengah serta gangguan operasional di Selat Hormuz, jalur kritis yang menampung sekitar 20% ekspor minyak global. Iran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas konflik yang dimulai oleh AS bersama Israel pada akhir Februari, sementara Amerika Serikat menegaskan tidak ada jadwal negosiasi dengan Iran dan mempertahankan kebijakan blokade angkatan laut di wilayah tersebut.
Perbedaan laporan terdapat dalam harga minyak: Detik.com tidak menyebut harga spesifik, Liputel6.com mencatat Brent US$91,62 dan WTI US$85,83, sementara CNBC Indonesia mencatat kenaikan hingga US$92,04 untuk Brent dan US$86,12 untuk WTI. Selain itu, Liputel6.com menyebut persediaan minyak AS naik 4,4 juta barel mencapai 428,8 juta barel, sementara CNBC Indonesia hanya menyebut peningkatan tersebut tanpa mencantumkan total persediaan.
Uni Emirat Arab memutuskan seluruh transaksi keuangan dengan Iran, memperparah ketidakpastian diplomasi. Meski stok minyak mentah AS meningkat, pasar masih mempertahankan premi risiko geopolitik karena belum ada eskalasi militer baru.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Tak Ada Negosiasi Iran, Trump Unggah Peta Selat Hormuz 'Wilayah Baru AS'
18 Agustus 2026 pukul 23.09 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Harga Minyak Tembus US$ 91, Ketegangan Timur Tengah Memanas
20 Agustus 2026 pukul 07.40 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu
20 Agustus 2026 pukul 10.30 · Baca aslinya ↗