Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kenaikan Harga Minyak atas Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz

Harga minyak dunia melonjak mendekati US$100 per barel, dengan Brent mencapai US$92,04 dan WTI US$86,12 pada 20 Agustus 2026. Kenaikan didorong ketidakpastian perang AS-Iran di Timur Tengah serta gangguan operasional di Selat Hormuz, jalur kritis yang menampung sekitar 20% ekspor minyak global. Iran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas konflik yang dimulai oleh AS bersama Israel pada akhir Februari, sementara Amerika Serikat menegaskan tidak ada jadwal negosiasi dengan Iran dan mempertahankan kebijakan blokade angkatan laut di wilayah tersebut.

Perbedaan laporan terdapat dalam harga minyak: Detik.com tidak menyebut harga spesifik, Liputel6.com mencatat Brent US$91,62 dan WTI US$85,83, sementara CNBC Indonesia mencatat kenaikan hingga US$92,04 untuk Brent dan US$86,12 untuk WTI. Selain itu, Liputel6.com menyebut persediaan minyak AS naik 4,4 juta barel mencapai 428,8 juta barel, sementara CNBC Indonesia hanya menyebut peningkatan tersebut tanpa mencantumkan total persediaan.

Uni Emirat Arab memutuskan seluruh transaksi keuangan dengan Iran, memperparah ketidakpastian diplomasi. Meski stok minyak mentah AS meningkat, pasar masih mempertahankan premi risiko geopolitik karena belum ada eskalasi militer baru.

Menurut tiap media