Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Komdigi Menolak Tuduhan Minta Takedown Video Kericuhan Pejompongan

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah pernah meminta platform digital menghapus video aksi pengeroyokan di Pejompongan, Jakarta Pusat. Menurut Direktur Jenderal Komunikasi Publik Fifi Aleyda Yahya, video peristiwa tersebut masih dapat diakses publik di berbagai platform, sehingga tidak ada upaya pemerintah untuk menghilangkan bukti terkait kejadian. Direktur Pengendalian Ruang Digital Syafriansyah Rosadi menjelaskan keputusan penghapusan konten berada pada tangan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) berdasarkan community guideline masing-masing platform. Video kasus Pejompongan tidak dihapus karena memuat fakta nyata, sehingga kebijakan moderasi internal platform menjadi penentu keberadaannya.

Kericuhan di Pejompongan terjadi pada Kamis malam, 27 Agustus 2025, setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR. Aksi pengeroyokan tersebut menyebabkan tewnyanya seorang warga, Bambang Setiawan. Hingga kini, belum diketahui kelompok massa yang melakukan pengeroyokan tersebut, dan kepolisian masih melakukan investigasi terhadap kasus ini.

Menurut tiap media