Komdigi Menolak Tuduhan Minta Takedown Video Kericuhan Pejompongan
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah pernah meminta platform digital menghapus video aksi pengeroyokan di Pejompongan, Jakarta Pusat. Menurut Direktur Jenderal Komunikasi Publik Fifi Aleyda Yahya, video peristiwa tersebut masih dapat diakses publik di berbagai platform, sehingga tidak ada upaya pemerintah untuk menghilangkan bukti terkait kejadian. Direktur Pengendalian Ruang Digital Syafriansyah Rosadi menjelaskan keputusan penghapusan konten berada pada tangan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) berdasarkan community guideline masing-masing platform. Video kasus Pejompongan tidak dihapus karena memuat fakta nyata, sehingga kebijakan moderasi internal platform menjadi penentu keberadaannya.
Kericuhan di Pejompongan terjadi pada Kamis malam, 27 Agustus 2025, setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR. Aksi pengeroyokan tersebut menyebabkan tewnyanya seorang warga, Bambang Setiawan. Hingga kini, belum diketahui kelompok massa yang melakukan pengeroyokan tersebut, dan kepolisian masih melakukan investigasi terhadap kasus ini.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Komdigi Bantah Minta Platform Takedown Video Kericuhan Pejompongan
2 September 2026 pukul 11.55 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Komdigi Bantah Minta Video Kasus Pejompongan Dihapus dari Platform Digital
2 September 2026 pukul 14.00 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Komdigi Tegaskan Tak Minta Takedown Video Pejompongan
2 September 2026 pukul 14.04 · Baca aslinya ↗