Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

OJK Targetkan Inklusi Keuangan 98% pada 2045, Genjot Literasi dan Budaya Menabung Anak Muda

OJK menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98 persen pada 2045 sesuai RPJPN 2005-2045. Berdasarkan SNLIK 2026, indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen dan literasi keuangan nasional 69,57 persen. Namun, pada kelompok pelajar dan mahasiswa, indeks literasi hanya mencapai 62,72 persen dan inklusi 92,76 persen, di bawah rata-rata nasional. Dengan sekitar 88 juta penduduk dalam kelompok usia ini, OJK menjadikan peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebagai prioritas bersama.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyoroti tantangan generasi muda dalam mengelola keuangan akibat mudahnya transaksi dan belanja online. Kebiasaan menggunakan layanan buy now, pay later (BNPL) tanpa pemahaman kemampuan membayar menjadi perhatian utama. OJK meminta pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) memperhatikan profil calon konsumen dan memastikan edukasi serta literasi keuangan diperkuat agar pengguna memahami produk dan kemampuan memenuhi kewajibannya.

Pada Puncak Hari Indonesia Menabung Nasional 2026 yang diselenggarakan di SMA 13 Bekasi, bank bjb berhasil mendapatkan dua penghargaan dari OJK: Bank Teraktif Pelaksanaan Bank Goes to School dan Pembentukan Program OJK PEDULI Termisif. Bank bjb juga menggelar kegiatan edukasi keuangan serentak di 81 sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di SRT 1 Sumedang yang diikuti 150 peserta. Program KEJAR juga berhasil menghasilkan 679.000 rekening pelajar baru dan 270.000 kegiatan Bank Goes to School di 122.000 sekolah antara September 2025 hingga Juni 2026.

Menurut tiap media