Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Dorong Dialog dan Kepastian Hukum untuk Penyelesaian Konflik Tenurial Blok Tanamalia

Konflik tenurial di Blok Tanamalia, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memerlukan pendekatan komprehensif yang menggabungkan dialog, kejujuran, pemetaan akar masalah, mediasi pemerintah, dan kepastian hukum. Blok ini mencakup Desa Loeha dan sebagian Desa Rante Angin, dengan target operasi 2029–2031. Pakar ekologi politik Soeryo Adiwibowo (IPB) menegaskan konflik bersifat kompleks melibatkan kepentingan sosial, ekonomi, dan politik, sehingga tidak bisa diselesaikan hanya dengan aspek legal formal. Ia menekankan pentingnya kejujuran membangun kepercayaan, ruang komunikasi konsisten antara perusahaan dan masyarakat, serta peran pemerintah pusat dan daerah sebagai mediator yang memahami aktor dan motif konflik. Pemetaan konflik diperlukan agar solusi menyentuh akar masalah.

Guru Besar Hukum Pertambangan Abrar Saleng (Unhas) menambahkan bahwa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) memberikan dasar hukum kuat bagi eksplorasi, namun kepastian hukum harus beriringan dengan pendekatan sosial. Pemerintah diminta aktif menengahi agar kegiatan yang sah berjalan sambil melindungi kepentingan warga. Penyelesaian harus tertib, proporsional, dan disertai dialog agar diterima semua pihak.

Menurut tiap media