Pakar Dorong Dialog dan Kepastian Hukum untuk Penyelesaian Konflik Tenurial Blok Tanamalia
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Konflik tenurial di Blok Tanamalia, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memerlukan pendekatan komprehensif yang menggabungkan dialog, kejujuran, pemetaan akar masalah, mediasi pemerintah, dan kepastian hukum. Blok ini mencakup Desa Loeha dan sebagian Desa Rante Angin, dengan target operasi 2029–2031. Pakar ekologi politik Soeryo Adiwibowo (IPB) menegaskan konflik bersifat kompleks melibatkan kepentingan sosial, ekonomi, dan politik, sehingga tidak bisa diselesaikan hanya dengan aspek legal formal. Ia menekankan pentingnya kejujuran membangun kepercayaan, ruang komunikasi konsisten antara perusahaan dan masyarakat, serta peran pemerintah pusat dan daerah sebagai mediator yang memahami aktor dan motif konflik. Pemetaan konflik diperlukan agar solusi menyentuh akar masalah.
Guru Besar Hukum Pertambangan Abrar Saleng (Unhas) menambahkan bahwa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) memberikan dasar hukum kuat bagi eksplorasi, namun kepastian hukum harus beriringan dengan pendekatan sosial. Pemerintah diminta aktif menengahi agar kegiatan yang sah berjalan sambil melindungi kepentingan warga. Penyelesaian harus tertib, proporsional, dan disertai dialog agar diterima semua pihak.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Butuh Ruang Dialog dan Kepastian Hukum untuk Penyelesaian Blok Tanamalia
17 Agustus 2026 pukul 17.18 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Pakar Sebut Butuh Ruang Dialog dan Kepastian Hukum untuk Penyelesaian Blok Tanamalia
19 Agustus 2026 pukul 08.58 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Konflik Tenurial Blok Tanamalia, Pakar Dorong Dialog dan Kepastian Hukum
19 Agustus 2026 pukul 09.03 · Baca aslinya ↗