Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Restrukturisasi Utang Whoosh 80 Tahun, Cicilan Rp1 T per Tahun

Pemerintah telah merestrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh dengan tenor pembayaran hingga 80 tahun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan skema ini membuat cicilan utang menjadi lebih ringan, diperkirakan sekitar Rp1 triliun per tahun. Pengelolaan kewajiban ini akan dilakukan melalui satu badan khusus atau Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan untuk meminimalkan beban APBN.

Dana pembayaran akan bersumber dari keuntungan Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicles di bawah Kementerian Keuangan. Purbaya menyebut laba satu BLU bisa mencapai Rp3-4 triliun per tahun, sehingga beban cicilan dinilai ringan dan cukup ditutup oleh satu atau dua perusahaan pengelola dana negara.

Di sisi lain, beban utang ini berdampak signifikan pada pemegang saham konsorsium PSBI, termasuk PT KAI dan PT Wijaya Karya. Laporan keuangan KAI semester I 2026 menunjukkan PSBI mencatat rugi Rp5,13 triliun dengan total liabilitas mencapai Rp21,54 triliun. Meskipun pendapatan KAI naik 6,6%, laba bersih perusahaan turun drastis sebesar 73,9% menjadi Rp305,3 miliar.

Ekonom Indef, Esther Sri Astuti, memperingatkan bahwa utang proyek kereta cepat Whoosh berpotensi membebani generasi mendatang. Hal ini disebabkan oleh proyeksi waktu pengembalian modal yang sangat lama, yakni mencapai 139 tahun jika tingkat keterisian penumpang hanya berada di angka 50 persen. Kondisi keuangan proyek semakin tertekan akibat rendahnya okupansi penumpang yang saat ini masih di bawah 50 persen.

Menurut tiap media