Utang Kereta Cepat Whoosh Terancam Membebani Generasi ke Depan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Indef, Esther Sri Astuti, memperingatkan bahwa utang proyek kereta cepat Whoosh berpotensi membebani generasi mendatang. Hal ini disebabkan oleh proyeksi waktu pengembalian modal yang sangat lama, yakni mencapai 139 tahun jika tingkat keterisian penumpang hanya berada di angka 50 persen.
Kondisi keuangan proyek semakin tertekan akibat rendahnya okupansi penumpang yang saat ini masih di bawah 50 persen. Selain itu, pembengkakan biaya investasi dan fluktuasi kurs dolar turut memperlambat proses balik modal investasi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 18.10
Kantongi Laba Triliunan, BUMN dan SMV Disiapkan untuk Bayar Utang Whoosh
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 17.12
Ekonom: Penyelesaian utang Whoosh perlu perhatikan disiplin fiskal
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.00
Buntut Kelakar Utang Whoosh 80 Tahun 'Kita Sudah Mati', Anas Urbaningrum Sentil Menkeu Purbaya
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 07.45
Candaan Purbaya soal Cicilan Utang Whoosh 80 Tahun Kena Sentil Jimly
Berita terkait
Tiga Fakta Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.55
Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun, Purbaya Ungkap Cicilan Rp 1 Triliun per Tahun
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 10.09
Cicilan Utang Whoosh Rp1 T per Tahun, Purbaya Tak Pusing Dananya Ada!
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.33
Vietnam Tunda Proyek Jumbo Kereta Cepat Hanoi-Ho Chi Minh Senilai USD 67 Miliar
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.16