Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun, Purbaya Ungkap Cicilan Rp 1 Triliun per Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)
Pemerintah telah merestrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh dengan tenor pembayaran hingga 80 tahun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan skema ini membuat cicilan utang menjadi lebih ringan, diperkirakan sekitar Rp 1 triliun per tahun. Pengelolaan kewajiban ini akan dilakukan melalui satu badan khusus atau Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan untuk meminimalkan beban APBN.
Di sisi lain, beban utang ini berdampak signifikan pada pemegang saham konsorsium PSBI, termasuk PT KAI dan PT Wijaya Karya. Laporan keuangan KAI semester I 2026 menunjukkan PSBI mencatat rugi Rp 5,13 triliun dengan total liabilitas mencapai Rp 21,54 triliun. Meskipun pendapatan KAI naik 6,6%, laba bersih perusahaan turun drastis sebesar 73,9% menjadi Rp 305,3 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.55
Tiga Fakta Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Detik.com · 8 September 2026 pukul 16.21
Purbaya Buka-bukaan Utang Whoosh: Cicilan Rp 1 T, Tenor 80 Tahun
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.55
4 Fakta Utang Whoosh Dialihkan ke Kemenkeu
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 12.30
Purbaya Bakal Bayar Cicilan Utang Whoosh Rp1 Triliun Selama 80 Tahun
Berita terkait
Purbaya Pastikan Punya Uang untuk Bayar Utang Whoosh
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 09.00
60% Saham Kereta Cepat Bakal Dipegang Kemenkeu, PT PSBI Tutup?
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.31
Bos Danantara: Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.05
Respons China dan Istana soal Utang Kereta Cepat Ditanggung Kemenkeu
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 05.55