Kantongi Laba Triliunan, BUMN dan SMV Disiapkan untuk Bayar Utang Whoosh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah mampu melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Pembayaran akan melibatkan BUMN atau Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang memiliki laba triliunan rupiah, sehingga tidak membebani APBN secara langsung.
Pemerintah sedang menyiapkan skema penyelesaian kewajiban tersebut, termasuk rencana pengalihan pengelolaan Whoosh dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026. Purbaya menegaskan ruang fiskal tersedia cukup untuk menangani pembayaran tanpa memerlukan investor baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 10.09
Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun, Purbaya Ungkap Cicilan Rp 1 Triliun per Tahun
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.55
Tiga Fakta Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.33
Cicilan Utang Whoosh Rp1 T per Tahun, Purbaya Tak Pusing Dananya Ada!
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.55
4 Fakta Utang Whoosh Dialihkan ke Kemenkeu
Berita terkait
Purbaya Buka-bukaan Utang Whoosh: Cicilan Rp 1 T, Tenor 80 Tahun
Detik.com · 8 September 2026 pukul 16.21
Purbaya Pastikan Punya Uang untuk Bayar Utang Whoosh
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 09.00
Kereta Cepat Beralih ke Kemenkeu, Begini Skema Pembayaran Utangnya
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 08.51
Danantara soal Alih Saham BUMN di KCIC ke Kemenkeu: Rencana September
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 19.31