Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Penetrasi Asuransi Indonesia 1,3% PDB, Tertinggal dari Singapura 7,6%

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu melaporkan tingkat penetrasi asuransi di Indonesia hanya mencapai 1,3% dari PDB per 2025, menempatkan negara ini di posisi terendah di kawasan ASEAN. Singapura unggul dengan 7,60%, diikuti Thailand 5,10%, Malaysia 3,70%, dan Filipina 2,0%. Data ini dirangkum dari laporan World Bank dan Allianz Global Insurance Report 2025.

Rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia dikaitkan dengan rendahnya literasi dan inklusi masyarakat. LPS mencatat literasi asuransi mencapai 42,8% dan inklusi sebesar 29,55%, jauh lebih rendah dibandingkan sektor perbankan. Masyarakat belum menempatkan asuransi sebagai prioritas perlindungan dasar.

LPS menilai perlu percepatan program penjaminan polis (PPP) asuransi untuk memulihkan kepercayaan publik. Program ini diharapkan menjadi instrumen utama untuk meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap produk asuransi di Indonesia. LPS telah menyusun peta jalan persiapan PPP periode 2023-2026 dan berencana mengakselerasi aktivasi program ini dengan skenario mulai Juli 2027.

Menurut tiap media