Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

​Kalah dari Singapura hingga Filipina, Penetrasi Asuransi RI Tertinggal di ASEAN

Industri asuransi Indonesia masih tertinggal dalam penetrasi pasar dibandingkan sebagian besar negara ASEAN. Berdasarkan data World Bank dan Allianz Global Insurance Report 2025 yang disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia hanya mencapai 1,3% dari PDB, menempatkan negara ini di posisi terendah di kawasan. Singapura unggul dengan 7,60%, diikuti Thailand (5,1%), Malaysia (3,70%), dan Filipina (2,0%). Anggito menekankan bahwa rendahnya penetrasi ini menjadi tantangan struktural yang perlu ditangani agar industri asuransi dapat berkembang pesat.

Selain penetrasi yang rendah, tingkat inklusi masyarakat terhadap produk asuransi juga masih terbatas. Survei LPS menunjukkan bahwa hanya 29,5% masyarakat yang menggunakan produk asuransi, meskipun tingkat penetrasi tercatat sebesar 42,8%. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan sektor perbankan, yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menempatkan asuransi sebagai prioritas perlindungan. Hal ini menjadi indikator bahwa kepercayaan publik terhadap produk asuransi masih perlu ditingkatkan.

Untuk meningkatkan kepercayaan dan perlindungan pemegang polis, LPS sedang menyiapkan Program Penjaminan Polis (PPP) sebagai instrumen penting. Program ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap pemegang polis sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Dengan adanya langkah ini, diharapkan industri asuransi di Indonesia dapat lebih kompetitif dan menarik minat masyarakat untuk beralih ke produk asuransi sebagai bagian dari perlindungan keuangan pribadi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait