Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Harga Minyak Tekan Nilai Tukar Rupiah
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyoroti penguatan dolar AS yang dipicu kenaikan suku bunga acuan Fed ke level 3,75-4,00%, dengan prediksi satu kenaikan lagi pada kuartal keempat 2026. Kondisi ini diperburuk inflasi global sebesar 4,6% dan lonjakan harga minyak mentah yang mencapai US$125,53 per barel pada 24 September 2026, naik dari rata-rata Agustus 2026 sebesar US$90,88 per barel akibat konflik Timur Tengah. Tekanan ini memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Terdapat perbedaan data mengenai indeks dolar AS (DXY) dan nilai tukar rupiah pada Senin (28/9/2026). Indeks DXY dilaporkan bervariasi antara penurunan 0,31% ke 100,971, penguatan hingga 101,11, hingga mencapai 101,135. Sementara itu, depresiasi rupiah tercatat berbeda, yakni 0,22% menjadi Rp17.920/US$ atau melemah 0,53% menjadi Rp17.965/US$. Menghadapi situasi ini, BI menerapkan bauran kebijakan moneter yang adaptif dan pro-stability untuk menjaga stabilitas eksternal serta nilai tukar.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Bos BI Beri Peringatan, Mata Uang Dunia Tengah Hadapi "Strong Dollar"
28 September 2026 pukul 12.02 · Baca aslinya ↗
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
28 September 2026 pukul 15.04 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Harga Minyak Melonjak, BI Antisipasi Dampak ke Inflasi dan Nilai Tukar
28 September 2026 pukul 12.38 · Baca aslinya ↗