Harga Minyak Melonjak, BI Antisipasi Dampak ke Inflasi dan Nilai Tukar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memantau tekanan kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$125,53 per barel pada 24 September 2026, naik dari rata-rata Agustus 2026 sebesar US$90,88 per barel. Kenaikan ini bertepatan dengan meningkatnya inflasi global hingga 4,6%, sekaligus penguatan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) hingga 101,11. Kondisi ini mendorong arus modal keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia, sehingga BI menyiapkan bauran kebijakan yang lebih adaptif untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan dukungan pertumbuhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.04
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.02
Bos BI Beri Peringatan, Mata Uang Dunia Tengah Hadapi "Strong Dollar"
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 16.23
Kurs Rupiah Ambruk, USD Tembus Rp 17.903
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.08
BI Tak Mau Asal Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Bisa Terpangkas 0,1%
Berita terkait
Rupiah Terseret ke Rp17.916 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.16
Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan dan Ramal Situasi ke Depan
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.21
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.06
Perhatian! BI Ungkap Deretan Penyebab Dolar Tekan Rupiah Hari Ini
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 14.50