Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pergerakan IHSG dan Nilai Tukar Rupiah pada Akhir September 2026

IHSG mengalami fluktuasi tajam pada Rabu, 30 September 2026. Terdapat perbedaan data signifikan: satu laporan menyebut IHSG naik 1,04% ke 6.185,37, namun laporan lain menyatakan indeks ambruk 0,83% ke level 6.071,14 akibat penurunan sektor konsumen primer dan teknologi. Sebelumnya, pada 29 September, IHSG ditutup melemah 0,43% ke level 6.121. Memasuki Kamis, 1 Oktober 2026, IHSG berbalik naik 0,16% ke level 6.081,09.

Nilai tukar rupiah menguat pada 30 September 2026, dengan klaim berbeda antara penguatan ke Rp17.925 per dolar AS dan penguatan tajam hingga Rp17.870 per dolar AS. Penguatan ini didorong penurunan harga minyak dunia akibat peninjauan sanksi Iran oleh Gedung Putih dan perbaikan pipa minyak Arab Saudi. Harga minyak Brent dan WTI tercatat bervariasi di berbagai sumber, dengan Brent berkisar antara US$95,88 hingga US$102,59 dan WTI antara US$88,95 hingga US$89,38. Pasar secara umum tetap mencermati data inflasi PCE dan kebijakan moneter Fed.

Menurut tiap media