Pertamina: Konflik Timur Tengah Lebih Berdampak pada Harga BBM dibanding Konflik Rusia-Ukraina
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Pertamina menilai konflik Timur Tengah lebih berdampak pada pasar energi dibanding konflik Rusia-Ukraina karena penutupan Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan energi global. Harga minyak dunia mencapai US$108 per barel, menyebabkan harga Pertamax nonsubsidi berpotensi mencapai Rp18.000-Rp20.000 per liter. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyatakan tekanan pada harga BBM di dalam negeri semakin besar akibat ketidakpastian pasar. Pemerintah dan Pertamina memastikan stok BBM tetap aman meski terjadi fluktuasi harga. Menteri ESDI Bahlil Lahadalia menjamin harga BBM bersubsidi tetap terjaga hingga akhir tahun, didukung oleh ICP yang berada di kisaran USD85-90 per barel hingga September 2026.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Pertamina Ungkap Konflik Timur Tengah Lebih Pelik dari Rusia-Ukraina, Harga BBM Jadi Taruhan
11 September 2026 pukul 17.56 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Jika Harga Minyak Terus Mendidih, Pertamax Bisa Tembus Rp 20.000/Liter
12 September 2026 pukul 05.55 · Baca aslinya ↗
kumparan
Pertamina Berharap Tensi Geopolitik Mereda, Bisa Tekan Harga BBM di RI
12 September 2026 pukul 13.30 · Baca aslinya ↗