Polisi Usut Kerusuhan Pejompongan: 315 Ditangkap, 45 Tersangka, 1 Tewas, Dana dan Ormas Diduga Libat
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Polisi mengungkapkan sebagian besar massa yang terlibat kerusuhan di Jalan Pejompongan-Bendungan Hilir pada Kamis (27/8/2026) malam terafiliasi dengan kelompok anarko. Kerusuhan terjadi setelah aksi unjuk rasa selesai dan petugas melakukan konsolidasi. Massa yang tidak dikenal tiba-tiba menyerang fasilitas umum tanpa menyampaikan aspirasi apa pun. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin menyatakan aktor utama tidak sekadar tak disengaja melakukan kerusuhan, melainkan dengan tujuan khusus. Untuk mengidentifikasi keterlibatan mereka, penyidik mencocokkan data orang yang diamankan dengan catatan kelompok anarko yang sudah dimiliki sejak tahun sebelumnya. Proses pendalaman masih berlangsung untuk memastikan keterlibatan masing-masing pihak serta memenuhi unsur pidana.
Polda Metro Jaya juga mengungkap adanya pihak yang menggerakkan dan menyandar dana dalam demonstrasi berujung kerusuhan di depan Gedung DPR pada Kamis, 27 Agustus 2026. Menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin, temuan ini didapat dari keterangan tersangka yang ditangkap pasca kerusuhan. Selain penggerak dan pendana, polisi juga menemukan klaster yang bertugas mencari dan merekrut massa untuk melakukan kerusuhan. Penyidikan masih berlangsung dan detail lebih lanjut belum diungkapkan. Kerusuhan tersebut menyebabkan satu warga tewas, menurut laporan terpisah.
Dalam kerusuhan di Pejompongan, 315 orang ditangkap, dari mana 45 orang sudah ditetapkan tersangka pengrusakan dan penganiayaan. Polisi masih melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan kelompok organisasi masyarakat (ormas) dalam kerusuhan tersebut. Kombes Budi Hermanto menyatakan perlu waktu untuk memverifikasi fakta karena banyak unggahan di media sosial yang mengandung disinformasi, provokasi, dan hoax, termasuk video lama yang tidak terkait langsung dengan aksi tersebut. Menurut Direktor Reserse Kriminal Umum, Kombes Iman Imanuddin, yang melakukan kerusuhan diduga berasal dari komunitas anarko dan bukan bagian dari massa aksi demo yang bubar sejak siang hari.
Kematian Bambang Setiawan, warga Pejompongan yang sempat hilang pada Kamis malam (27/8), masih diselidiki oleh polisi. Korban dievakuasi pingsan dari lokasi kerusuhan ke RS Mintohardjo, namun tidak diselamatkan. Jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati dan diterima keluarga pada Jumat (28/8). Polisi menyatakan penyelidikan fakta hukum dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan masyarakat dan HAM. Keluarga menolak melakukan autopsi meskipun Polisi mengajukan permohonan. Pengamat kepolisian menekankan pentingnya cepat ditanganinya kasus ini agar tidak muncul persepsi Polda Metro Jaya melindungi pelaku kerusuhan. Komisi III DPR juga meminta penyelidikan secara menyeluruh dan transparan, termasuk mengusut siapa yang menggerakkan dan memberi perintah.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Polisi: Massa Rusuh di Pejompongan Terafiliasi Anarko
29 Agustus 2026 pukul 08.31 · Baca aslinya ↗
Penyebab Kematian Bambang Pejompongan Belum Diketahui
29 Agustus 2026 pukul 16.29 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Polisi Usut Penggerak dan Penyandang Dana Kerusuhan Demo DPR
29 Agustus 2026 pukul 08.32 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Polisi Janji usut Tewasnya Bambang Setiawan, Warga Pejompongan yang Sempat Hilang Dicari Istrinya
29 Agustus 2026 pukul 10.30 · Baca aslinya ↗
Ramai di Media Sosial, Polisi Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Ormas dalam Kerusuhan di Pejompongan
29 Agustus 2026 pukul 11.15 · Baca aslinya ↗
Polda Metro Jaya Harus Cepat Tangani Kasus Tewasnya Bambang Setiawan di Lokasi Kerusuhan Pejompongan
29 Agustus 2026 pukul 19.15 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Polisi Diminta Usut Tuntas Kematian Warga Ketika Ricuh di Pejompongan
31 Agustus 2026 pukul 09.09 · Baca aslinya ↗