Presiden Iran Beri Pernyataan di KTT BRICS tentang Konflik dengan AS-Israel
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidato di New Delhi pada KTT BRICS menyatakan Iran tidak akan menyerah kepada AS, mengutamakan kebenaran dan keadilan setelah berhasil melawan agresi AS dan Israel. Ia menekankan Timur Tengah tidak memerlukan AS sebagai 'polisi kawasan' dan menyatakan perdamaian tetap menjadi prioritas Iran. Pezeshkian juga bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi serta PM Malaysia, sekaligus memberikan tujuh syarat kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz. Konflik yang dimulai 28 Februari 2026 menyebabkan penutupan Selat Hormuz dengan sistem izin dan pembayaran transit, perang bersenjata dengan AS, serta penurunan drastis volume pengiriman minyak. Harga minyak naik di atas US$100 per barel, dan 10 pelaut India menewaskan pada Juli 2026. Di sisi lain, Iran dan UAE sepakat memperbaiki hubungan diplomatik pasca-konflik, sementara BRICS menyusun Deklarasi New Delhi yang menyerukan pengendalian diri maksimal serta mengecam serangan terhadap fasilitas nuklir dan sanksi sepihak tanpa mandat PBB.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Presiden Iran Beri Ultimatum Baru, Siap Lawan AS-Israel
12 September 2026 pukul 18.15 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Presiden Iran Bilang Timur Tengah Tak Butuh AS Jadi 'Polisi Kawasan'
12 September 2026 pukul 18.26 · Baca aslinya ↗
Deklarasi BRICS Serukan Pengendalian Diri di Tengah Konflik Timur Tengah
14 September 2026 pukul 14.10 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Iran Ajukan Tujuh Syarat kepada AS untuk Membuka Selat Hormuz
13 September 2026 pukul 16.50 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Iran dan UEA Sepakat Buka Lembaran Baru usai Hubungan Memburuk akibat Perang
14 September 2026 pukul 12.12 · Baca aslinya ↗