Rencana Penerbitan Obligasi Daerah oleh Pemprov DKI Jakarta
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai pembangunan infrastruktur, seperti LRT Fase 1C, RSUD, sekolah, pengendalian banjir, dan rumah susun. Terdapat perbedaan data mengenai nilai obligasi yang akan diterbitkan, yakni Rp3,5 triliun menurut CNBC Indonesia, Rp5,2 triliun menurut Warta Ekonomi, serta rentang Rp5,2 triliun hingga Rp5,6 triliun menurut kumparan. Rencana ini tetap dijalankan meski pemerintah pusat sebelumnya menyarankan skema pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempersilakan langkah tersebut sebagai bentuk otonomi daerah, namun mempertanyakan urgensinya karena menilai keuangan DKI sudah mencukupi. Purbaya mengingatkan agar Pemprov DKI berhati-hati dalam mengambil kebijakan fiskal guna menghindari beban utang berlebihan dan menyatakan akan mempelajari lebih lanjut regulasi izin penerbitan obligasi daerah. Terkait pembiayaan alternatif, Purbaya menegaskan bahwa penahanan Dana Bagi Hasil (DBH) sudah sesuai aturan, menanggapi permintaan Pramono agar DBH dicairkan jika izin obligasi tidak diberikan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Pramono Tetap Mau Terbitkan Obligasi, Purbaya Bilang Begini
7 September 2026 pukul 12.28 · Baca aslinya ↗
Pramono Mau Terbitkan Obligasi, Purbaya: Kalau Uangnya Banyak buat Apa Utang?
8 September 2026 pukul 06.00 · Baca aslinya ↗
kumparan
Purbaya Persilakan DKI Terbitkan Obligasi Rp 5,6 T, tapi Harus Hati-hati
8 September 2026 pukul 03.00 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Pramono Mau Rilis Obligasi Daerah Rp 3,5 T, Buat Apa Dananya?
8 September 2026 pukul 07.55 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Respon Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
8 September 2026 pukul 08.20 · Baca aslinya ↗
Reaksi Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
8 September 2026 pukul 08.20 · Baca aslinya ↗