Purbaya Persilakan DKI Terbitkan Obligasi Rp 5,6 T, tapi Harus Hati-hati
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempersilakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 5,2 triliun hingga Rp 5,6 triliun. Purbaya menyatakan bahwa penerbitan obligasi daerah merupakan kewenangan pemerintah daerah, sehingga Pemprov DKI dapat menentukan skema pembiayaan sesuai kebutuhan. Namun, ia menegaskan agar penerbitan obligasi dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan kebutuhan keuangan Pemprov DKI. Purbaya juga menyatakan akan mempelajari lebih lanjut ketentuan terkait penerbitan obligasi daerah tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa Pemprov DKI tetap akan mengajukan penerbitan obligasi daerah meski sebelumnya pemerintah pusat menyarankan skema pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pramono menyatakan akan mendengarkan masukan dari Menteri Keuangan, namun tidak akan membatalkan rencana penerbitan obligasi. Menurut Pramono, Pemprov DKI memiliki sejumlah kebutuhan pembangunan yang harus dibiayai.
Purbaya mengakui bahwa penerbitan obligasi daerah adalah hak pemerintah daerah, namun menekankan pentingnya pertimbangan yang matang agar tidak menimbulkan beban utang yang berlebihan. Ia juga menyatakan akan mengkaji lebih lanjut regulasi terkait penerbitan obligasi daerah di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.28
Pramono Tetap Mau Terbitkan Obligasi, Purbaya Bilang Begini
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 03.10
Cuekin Saran Purbaya, Pramono: Bangun Jakarta Perlu Duit Banyak
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 03.10
Cuekin Saran Purbaya, Pramono: Bangun Jakarta Itu Perlu Duit Banyak
Detik.com · 7 September 2026 pukul 19.50
Jakarta Mau Terbitkan Obligasi, Fahira Idris Beri 6 Rekomendasi ke Pramono
Berita terkait
Purbaya Minta Pemda Tak Buru-buru Terbitkan Obligasi, Pramono: Tetap Saya Ajukan
kumparan · 5 September 2026 pukul 04.00
Purbaya: Uang Jakarta Sudah Kebanyakan
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 04.01
Di Depan AHY, Pramono Singgung APBD Jakarta Dipotong: Jangan Nambah Lagi
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 14.52
Pramono Respons Rencana Obligasi DKI Dikaji Kemenkeu: Mohon Disegerakan
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 10.24