Rupiah Berfluktuasi pada Pembukaan dan Penutupan Jumat, Dipengaruhi Kebijakan Fed dan Hubungan US-China
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Rupiah mengalami perbedaan nilai tergantung waktu dan media pengamapannya. Pada pembukaan Jumat (25/9/2026), rupiah melemah ke 17.933 per dolar AS (-0,09% dari 17.916) menurut Liputan6.com, dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) 50 basis points akhir 2026. Sementara itu, pada penutupan perdagangan Jumat, rupiah menguat 0,07% menjadi 17.903 per dolar AS menurut ANTARA News, didorong perbaikan hubungan dagang US-China yang memperpanjang gencatan senjata hingga Januari 2027. CNBC Indonesia melaporkan tekanan dari ketegangan Timur Tengah dan harga minyak naik lebih dari 1%, dengan ekspektasi Fed naik 25 Bps pada FOMC Oktober dan Desember 2026. Data ekonomi AS September Composite PMI mencatat 58,4, sama dengan klaim kemunduran pengangguran ke 197 ribu di bawah ekspektasi. Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75% dengan cadangan devisa US$146,5 miliar, sementara JISDOR Bank Indonesia melemah ke 17.917 per dolar AS.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Rupiah Hari Ini Tertekan ke 17.933, Potensi Kenaikan Bunga The Fed Jadi Beban
25 September 2026 pukul 11.02 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Video: Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah
25 September 2026 pukul 15.52 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
Rupiah menguat dipengaruhi hubungan yang membaik antara AS-China
25 September 2026 pukul 16.22 · Baca aslinya ↗