Jakarta · Minggu, 27 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Berfluktuasi pada Pembukaan dan Penutupan Jumat, Dipengaruhi Kebijakan Fed dan Hubungan US-China

Rupiah mengalami perbedaan nilai tergantung waktu dan media pengamapannya. Pada pembukaan Jumat (25/9/2026), rupiah melemah ke 17.933 per dolar AS (-0,09% dari 17.916) menurut Liputan6.com, dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) 50 basis points akhir 2026. Sementara itu, pada penutupan perdagangan Jumat, rupiah menguat 0,07% menjadi 17.903 per dolar AS menurut ANTARA News, didorong perbaikan hubungan dagang US-China yang memperpanjang gencatan senjata hingga Januari 2027. CNBC Indonesia melaporkan tekanan dari ketegangan Timur Tengah dan harga minyak naik lebih dari 1%, dengan ekspektasi Fed naik 25 Bps pada FOMC Oktober dan Desember 2026. Data ekonomi AS September Composite PMI mencatat 58,4, sama dengan klaim kemunduran pengangguran ke 197 ribu di bawah ekspektasi. Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75% dengan cadangan devisa US$146,5 miliar, sementara JISDOR Bank Indonesia melemah ke 17.917 per dolar AS.

Menurut tiap media