Rupiah Hari Ini Tertekan ke 17.933, Potensi Kenaikan Bunga The Fed Jadi Beban
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
Rupiah melemah ke 17.933 per dolar AS pada pembukaan Jumat (25/9/2026), turun 0,09% dari 17.916. Penurunan dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (Fed) hingga 50 basis points akhir 2026. Data Flash PMI AS September mencatat Composite PMI naik ke 58,4 (tertinggi sejak Juli 2021), memperkuat ekspektasi kebijakan moneter lebih keras. Harga minyak juga naik lebih dari 1%, menambah tekanan inflasi global. Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75% dan cadangan devisa sekitar US$146,5 miliar sebagai faktor pendukung. Pasar memrediksi rupiah bergerak 17.875-17.975 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 16.46
Rupiah melemah seiring data PMI AS tumbuh kuat
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 16.34
Rupiah menguat terbantu kondisi eksternal yang masih terjaga
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.05
Bos BI Bongkar Alasan Tahan BI Rate di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 16.22
Rupiah menguat dipengaruhi hubungan yang membaik antara AS-China
Berita terkait
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan imbal hasil treasury AS
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 16.22
Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.01
Video: Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.52
Rupiah melemah dipengaruhi harga minyak yang kembali melonjak
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 09.26