Video: Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar keuangan global mengalami tekanan akibat ketegangan di Timur Tengah yang menaikkan harga minyak mentah dunia serta inflasi. SEVP Bank CIMB Niaga, Hernaman Tandianto, menyatakan The Fed berpeluang kembali menaikkan Fed Funds Rate (FFR) sebanyak 25 Bps pada FOMC Oktober dan Desember 2026 dengan probabilitas lebih dari 50%. Bank Indonesia sejauh ini berpotensi menaikkan BI Rate satu kali. Kenaikan suku bunga The Fed diproyeksikan memperkuat tekanan tukar rupiah, namun program swap hedging facility Bank Indonesia menjadi sarana efektif menarik investor. Hernaman Tandianto menjelaskan implikasi kebijakan bank sentral terhadap pasar keuangan Indonesia dalam ulasan di Power Lunch CNBC.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 11.02
Rupiah Hari Ini Tertekan ke 17.933, Potensi Kenaikan Bunga The Fed Jadi Beban
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 16.46
Rupiah melemah seiring data PMI AS tumbuh kuat
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 16.34
Rupiah menguat terbantu kondisi eksternal yang masih terjaga
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 16.21
IHSG Anjlok ke 6.241,89, Sebanyak 557 Saham Berguguran
Berita terkait
Bos BI Bongkar Alasan Tahan BI Rate di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.05
Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.10
Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.01
Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.13