Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Menguat Akibat Inflasi AS Lebih Rendah dan Ekspektasi Fed yang Merosot

Rupiah melemah ke level 17.966 per dolar AS pada Kamis (1/10/2026) setelah rilis inflasi Indonesia September 2026 mencapai 3,28% (yoy), dekat batas atas target Bank Indonesia. Pelemahan ini dipengaruhi oleh kenaikan yield obligasi AS dan sentimen global. Namun, rupiah bangkit kuat pada Jumat (2/10/2026), mencapai 17.882 hingga 17.892 per dolar AS, didorong oleh penurunan harapan kenaikan suku bunga The Fed pasca data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi. Beberapa media melaporkan angka berbeda: Liputan6 mencatat kenaikan 84 poin ke 17.882, sementara CNN Indonesia melaporkan kenaikan 84 poin ke 17.892. Yield US Treasury 10 tahun mencapai 5,34% sebelum turun ke 5,26%, dan pasar memantau ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik lebih dari US$4 per barel. Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas kurs dan yakin inflasi tetap dalam kisaran sasaran 2,5% plus atau minus 1,5% hingga 3,5%.

Menurut tiap media