Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

Rusia dan China Veto Resolusi AS Terkait Sanksi dan Pemantauan Nuklir Iran

Rusia dan China memveto resolusi Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB pada 17 September 2026 yang bertujuan memperpanjang mandat panel ahli independen pemantau sanksi Iran. Pemungutan suara mencatat 11 negara setuju, dua veto, serta Pakistan dan Somalia abstain. AS menilai kegagalan ini menciptakan celah pemantauan, sementara Rusia dan China menganggap mekanisme snapback serta pemantauan tidak berdasar hukum setelah Resolusi 2231 berakhir pada 18 Oktober 2025. Iran mengapresiasi veto tersebut dan membantah pengembangan senjata nuklir, meski laporan IAEA mencatat kepemilikan 440,9 kg uranium tingkat 60 persen.

Sanksi terhadap Iran telah diberlakukan kembali sejak September 2025 melalui mekanisme snapback oleh Prancis, Jerman, dan Inggris, mencakup pembekuan aset luar negeri, embargo senjata, dan larangan rudal balistik. Selain itu, AS menjatuhkan sanksi pada jaringan BitBank dan Pishtaz Simorgh Electronic Trade Co. Terkait akses diplomatik, Mohammad Eslami gagal menghadiri Konferensi Umum IAEA karena pembatasan perjalanan oleh AS dan pencabutan visa oleh Austria. Di sisi lain, China tetap mendukung Iran secara ekonomi sebagai pembeli utama minyak, serta membahas program nuklir Iran dalam pertemuan Menlu Abbas Araghchi dan Wang Yi di Beijing pada 16 September 2026.

Menurut tiap media