AS Kena Veto Rusia dan China Soal Sanksi Nuklir Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rusia dan China memveto rancangan resolusi AS di Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang mandat panel ahli independen yang memantau sanksi nuklir Iran. Pemungutan suara pada 17 September 2026 mendapatkan 11 dukungan, dua veto dari Rusia dan China, serta dua abstain dari Pakistan dan Somalia. Akibatnya, mandat panel ahli tidak diperpanjang, namun sanksi internasional terhadap Iran tetap berlaku. Sanksi ini kembali diberlakakan setelah Prancis, Jerman, dan Inggris mengaktifkan mekanisme snapback pada September 2025, mencakup pembekuan aset global, embargo senjata, dan larangan pengembangan rudal balistik Iran. China dan Rusia menilai mekanisme snapback dan pemantauan tidak memiliki dasar hukum setelah berakhirnya Resolusi 2231 pada 18 Oktober 2025. Amerika Serikat khawatir penghentian panel akan melemahkan pengawasan pelaksanaan sanksi. Iran menyambut keputusan veto dengan apresiasi, menilainya sebagai keberhasilan menggagalkan upaya AS di PBB. Laporan IAEA mencatat Iran memiliki 440,9 kilogram uranium tinggi 60 persen, di bawah tingkat 90 persen untuk senjata nuklir. AS juga menjatuhkan sanksi terhadap jaringan BitBank dan Pishtaz Simorgh Electronic Trade Co. yang diduga mendukung akses keuangan ilegal Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 21.31
Rusia dan China Veto Resolusi AS mengenai Sanksi terhadap Iran
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.10
Tok! Rusia dan China Veto Resolusi AS soal Iran di Dewan Keamanan PBB
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 06.05
PBB Ungkap Dugaan Kejahatan Perang AS di Iran, 120 Anak Tewas
Berita terkait
Selain Minyak, Iran dan China Diduga Bahas Masalah Nuklir
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 17.18
5 Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB Bentrok Soal Mekanisme Sanksi Iran
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 15.15
Militer Tak Mempan, AS Mulai 'Iming-Imingi' Iran dengan Bahan Baku Nuklir dan Kebebasan Akses Internasional
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 21.47
KTT BRICS ke-18 New Delhi Serukan Pencabutan Sanksi Ekonomi Kuba
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 22.30