Serangan Houthi ke Riyadh dan Pertempuran Yaman Meningkatkan Ketegangan Wilayah
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Serangan kelompok Houthi pro-Iran ke Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu (19/9/2026) menyebabkan ledakan dan menuai kecaman internasional. Pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional, mengutuk serangan tersebut dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Saudi. Kementerian Luar Negeri Yaman juga menyalahkan rezim Iran karena memberikan dukungan militer kepada Houthi. Yaman bergabung dengan Mesir, Yordania, Bahrain, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dalam mengecam serangan ini. Sehari sebelumnya, pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan Houthi yang didukung Iran menewaskan 48 orang, termasuk 17 prajurit pemerintah dan 31 anggota Houthi. Amerika Serikat (AS) mengimbau warganya di luar Timur Tengah untuk meninjau ulang rencana perjalanan akibat eskalasi keamanan yang meningkat. Otoritas Saudi melaporkan berhasil menghancurkan satu rudal balistik Houthi yang diluncurkan ke Riyadh, sementara serangan-serangan tersebut digagalkan oleh sistem pertahanan udara. Houthi mengklaim telah menyerang fasilitas Aramco di Pelabuhan Yanbu dan berjanji melanjutkan operasi militer dengan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kelompok Houthi telah menghubungi pihaknya dan sepakat untuk tidak memerangi AS. Pernyataan ini disampaikan Trump di tengah meningkatnya serangan terhadap Arab Saudi, sekutu dekat AS. Trump menyampaikan bahwa Washington terus menjalin komunikasi dengan Houthi dan bahwa kelompok tersebut tidak ingin berperang melawan AS serta tidak ingin AS menyerang mereka. Namun, klaim ini muncul ketika Arab Saudi sedang menghadapi tekanan yang meningkat dari serangan Houthi, termasuk serangan rudal yang menyasar ibu kota Riyadh pada hari Sabtu. Kelompok Houthi juga telah melancarkan serangan cepat di dalam wilayah Yaman dan berhasil merebut sejumlah besar wilayah dari pemerintah yang didukung oleh Arab Saudi.
Konflik ini telah menyebabkan lebih dari 150.000 orang tewas dan jutaan warga Yaman menghadapi risiko kelaparan. Houthi berhasil merebut kota Mokha dan memperkuat kendali mereka atas wilayah pesisah negara tersebut. Saat ini, Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sebagian besar wilayah padat penduduk di bagian utara dan barat Yaman. Pemerintah Yaman yang berkedudukan di Kota Aden mendapat dukungan kuat dari Arab Saudi. AS menyatakan khawatir konflik militer di kawasan berpotensi meningkat dengan cepat, sementara koalisi pimpinan Arab Saudi yang sedang memerangi Houthi di Yaman mengonfirmasi bahwa rudal balistik yang diluncurkan berhasil dicegat dan dihancurkan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Makin Panas, Pertempuran Pasukan Yaman vs Houthi Tewaskan 48 Orang
20 September 2026 pukul 01.03 · Baca aslinya ↗
AS Sebut Konflik Timur Tengah Berpotensi Meningkat Cepat
20 September 2026 pukul 16.31 · Baca aslinya ↗
Serangan Houthi ke Saudi Tuai Kecaman
20 September 2026 pukul 21.06 · Baca aslinya ↗
Trump Klaim Dihubungi Houthi Usai Saudi Diserang: Mereka Tak Mau Lawan AS
20 September 2026 pukul 23.49 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Rudal Houthi Guncang Riyadh, AS Waspada Eskalasi dan Trump Gelar Rapat Darurat
20 September 2026 pukul 17.23 · Baca aslinya ↗