Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Percepat PLTS 100 GW, Bahlil Pangkas Birokrasi Tender dan Targetkan Investasi Rp2.700 Triliun

Pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GW dalam tiga tahun. Tahap pertama sebesar 5,5 GW telah berjalan, sementara tahap berikutnya direncanakan mencapai 25 hingga 30 GW. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana memangkas birokrasi proses tender agar perusahaan kompeten dan memiliki teknologi mumpuni dapat ditunjuk langsung guna mempercepat pembangunan. Program ini juga akan dimasukkan ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 sebagai landasan aturan yang jelas.

Investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) diperkirakan mencapai Rp2.600 hingga Rp2.700 triliun. Target dalam RUPTL 2025-2034 adalah penyediaan 69,5 GW listrik, dengan 70% bersumber dari EBT dan pembangunan jaringan listrik sepanjang 48.000 km. Estimasi biaya untuk program PLTS 100 GW sendiri mencapai US$70 hingga US$73 miliar.

Menteri Bahlil juga mengklaim tarif listrik Indonesia lebih kompetitif dibandingkan negara ASEAN lainnya. Tarif industri Indonesia berada di kisaran US$0,058 hingga US$0,066 per kWh, bersaing ketat dengan Laos, Myanmar, dan Malaysia, serta jauh lebih murah dibanding Singapura yang berada di US$0,18 hingga US$0,22 per kWh. Untuk sektor komersial, tarif Indonesia berkisar US$0,065 hingga US$0,085 per kWh, sementara sektor rumah tangga non-subsidi berada pada US$0,085 hingga US$0,100 per kWh.

Menurut tiap media