Demi Kejar PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Pangkas Birokrasi Proses Tender
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana memangkas birokrasi proses tender untuk mempercepat pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW. Proyek dengan estimasi investasi USD 70-73 miliar ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Untuk mendukungnya, pemerintah akan merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) agar memiliki landasan aturan yang jelas.
Saat ini, PLN berencana menambah kapasitas pembangkit 69,5 GW dalam RUPTL 2025–2034, dengan 70 persen berasal dari energi baru terbarukan (EBT) dan investasi transmisi Rp 2.700 triliun. Pada 2026, sebanyak 5,5 GW akan diluncurkan, sementara 25-30 GW lainnya sedang dalam tahap perencanaan dan tender. Pemerintah memprioritaskan produksi dalam negeri, namun tetap membuka peluang impor secara selektif bagi teknologi yang kompetitif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.20
70% Listrik RI Bakal dari EBT, Butuh Duit Sekitar Rp2.700 Triliun
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.04
Pangkas Tender PLTS, Bahlil Mau Perusahaan Kompeten Bisa Langsung Ditunjuk
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.00
Bahlil Klaim Listrik RI Lebih Kompetitif, Ini Perbandingannya di ASEAN
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.50
Bahlil Rayu Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Masih Terlalu Banyak
Berita terkait
Sederet Hambatan RI Kejar Target PLTS 100 GW
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.35
Investor Incar Proyek PLTS di Indonesia
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 20.15
PNRE Siapkan Lahan hingga Pabrik Panel Dukung PLTS 100 GWp
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 14.40
PLTS Baru Sumbang 0,51% Bauran Energi, ESDM Kejar Realisasi Awal 5,3 GWp
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 12.15