70% Listrik RI Bakal dari EBT, Butuh Duit Sekitar Rp2.700 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia membutuhkan investasi sekitar Rp2.600 hingga Rp2.700 triliun untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Target dalam RUPTL 2025-2034 adalah penyediaan 69,5 GW listrik, dengan 70% bersumber dari EBT dan pembangunan jaringan listrik sepanjang 48.000 km.
Selain itu, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menginisiasi program PLTS sebesar 100 GW. Bahlil mendorong agar program PLTS tersebut masuk ke dalam RUPTL, dengan estimasi biaya mencapai US$70 hingga US$73 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.36
Demi Kejar PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Pangkas Birokrasi Proses Tender
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.00
Bahlil Klaim Listrik RI Lebih Kompetitif, Ini Perbandingannya di ASEAN
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.04
Pangkas Tender PLTS, Bahlil Mau Perusahaan Kompeten Bisa Langsung Ditunjuk
Berita terkait
ESDM Ultimatum Proyek Panas Bumi Mangkrak, Izin Bisa Dicabut Jika Tak Bergerak
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.00
Dampak El Nino ke Pasokan Listrik Terasa Sampai Papua
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.40
Hashim Resmi Kelola Blok Migas Natuna D-Alpha, Segini Potensinya
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 13.15
Pemenang Lelang 6 WK Migas Resmi Diumumkan, Komitmen Investasi Rp25 M
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 15.25