Bahlil Klaim Listrik RI Lebih Kompetitif, Ini Perbandingannya di ASEAN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim tarif listrik Indonesia lebih kompetitif dibandingkan negara ASEAN lainnya untuk menarik investasi industri, khususnya pusat data. Keunggulan ini didukung oleh luas wilayah dan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang besar di Indonesia.
Data menunjukkan tarif industri Indonesia berada di kisaran US$0,058 – US$0,066/kWh, bersaing ketat dengan Laos, Myanmar, dan Malaysia, serta jauh lebih murah dibanding Singapura (US$0,18 – US$0,22/kWh). Untuk sektor komersial, tarif Indonesia berkisar US$0,065 – US$0,085/kWh, sementara sektor rumah tangga non-subsidi berada pada US$0,085 – US$0,100/kWh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.20
70% Listrik RI Bakal dari EBT, Butuh Duit Sekitar Rp2.700 Triliun
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 21.00
Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Banyak
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.36
Demi Kejar PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Pangkas Birokrasi Proses Tender
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 13.15
Hashim Resmi Kelola Blok Migas Natuna D-Alpha, Segini Potensinya
Berita terkait
ESDM Ultimatum Proyek Panas Bumi Mangkrak, Izin Bisa Dicabut Jika Tak Bergerak
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.00
Pemenang Lelang 6 WK Migas Resmi Diumumkan, Komitmen Investasi Rp25 M
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 15.25
ESDM Buka Lelang 8 Blok Migas Baru, Ini Daftarnya
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 14.40
Bahlil Buka-bukaan soal Rencana Bentuk Badan Usaha Khusus Migas
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 21.03