Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Umumkan Sanksi Ekonomi AS Terhadap Iran, China dan UAE Terdampak

Presiden AS Donald Trump mengumumkan sanksi ekonomi total terhadap negara yang mendukung Iran, dengan ancaman memutus jalur keuangan dan perdagangan. Strategi yang disebutkan Trump meliputi larangan penyelundupan minyak, transfer logistik, swap lines, dan penggunaan perusahaan bayangan. Sanksi ini menyasar khusus China sebagai importir minyak Iran terbesar, yang mengimpor lebih dari 80% minyak mentah Iran, serta UAE yang menghentikan perdagangan dengan Iran setelah Iran meluncurkan rudal ke perairan mereka. Konflik ini berkembang setelah perang antara AS-Israel dan Iran pada Februari yang menewaskan ribuan orang, diikuti serangan balasan dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Meski kesepakatan damai telah dicapai, serangan tetap terjadi secara berkala.

China menolak kampanye sanksi ini, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian menyatakan bahwa sanksi dan tekanan tidak menyelesaikan konflik, serta meminta solusi melalui diplomasi. China menjadi salah satu importir minyak Iran terbesar dan menjadi sasaran khusus sanksi ini. Trump menyebutkan berbagai kegiatan yang harus dihentikan termasuk penyelundupan minyak dan transfer dana.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan keyakinan bahwa sanksi ekonomi terbaru AS akan gagal. Ia mengacu pada empat belas tahun lalu sanksi paling melumpuhkan dalam sejarah yang gagal, delapan tahun lalu tekanan maksimum juga gagal, bahkan kampanye Trump lima bulan lalu yang menyerukan Iran menyerah tanpa syarat kalah. Trump juga mengumumkan niatnya meluncurkan kampanye tekanan maksimum yang disebutnya sebagai 'Perang Ekonomi dan Isolasi' untuk memutus seluruh saluran keuangan yang mendukung pemerintah Iran, sambil mengajak sekutu AS untuk bergabung melumpuhkan keuangan Iran.

Menurut tiap media