China Tolak ‘Economic D-Day’ Trump terhadap Iran, Sebut Sanksi Tak Menyelesaikan Masalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China menolak kampanye sanksi ekonomi AS terhadap Iran yang diumumkan Donald Trump sebagai 'Economic D-Day'. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan bahwa sanksi dan tekanan tidak menyelesaikan konflik, serta meminta solusi melalui diplomasi. Trump mengancam akan memutus jalur keuangan dan perdagangan Iran, dengan peringatan keras kepada negara dan perusahaan yang mendukung Teheran. China merupakan salah satu importir minyak Iran terbesar dan menjadi sasaran khusus sanksi ini. Trump menyebutkan berbagai kegiatan yang harus dihentikan termasuk penyelundupan minyak dan transfer dana. Konflik ini berkembang setelah perang antara AS-Israel dan Iran pada Februari yang menewaskan ribuan orang, diikuti serangan balasan dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Meski kesepakatan damai telah dicapai, serangan tetap terjadi secara berkala.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 15.48
Menlu Aragchi Yakin Sanksi Ekonomi Terbaru AS ke Iran Pasti Gagal
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 11.31
Sanksi Ekonomi Trump Ancam Negara Pendukung Iran Bikin China Serba Salah
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.15
Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.04
Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Sanksi Ekonomi AS Pasti Gagal
Berita terkait
AS Ancam Sanksi China Jika Nekat Berbisnis dengan Iran
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 19.31
Terungkap! Ini Alasan Utama Presiden Iran Pezeshkian Masih Enggan Bertemu Donald Trump!
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 07.28
Donald Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Iran! Selat Hormuz Makin Memanas, Teheran Masih Gigit Jari?
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 07.24
China Kritik AS di PBB, Minta Hormati Negara Teluk dan Berhenti Ancam Kuba
Detik.com · 27 September 2026 pukul 01.09