China Tolak ‘Economic D-Day’ Trump terhadap Iran, Sebut Sanksi Tak Menyelesaikan Masalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China menolak kampanye sanksi ekonomi AS terhadap Iran yang diumumkan Donald Trump sebagai 'Economic D-Day'. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan bahwa sanksi dan tekanan tidak menyelesaikan konflik, serta meminta solusi melalui diplomasi. Trump mengancam akan memutus jalur keuangan dan perdagangan Iran, dengan peringatan keras kepada negara dan perusahaan yang mendukung Teheran. China merupakan salah satu importir minyak Iran terbesar dan menjadi sasaran khusus sanksi ini. Trump menyebutkan berbagai kegiatan yang harus dihentikan termasuk penyelundupan minyak dan transfer dana. Konflik ini berkembang setelah perang antara AS-Israel dan Iran pada Februari yang menewaskan ribuan orang, diikuti serangan balasan dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Meski kesepakatan damai telah dicapai, serangan tetap terjadi secara berkala.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 11.31
Sanksi Ekonomi Trump Ancam Negara Pendukung Iran Bikin China Serba Salah
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.22
IRGC: Iran Siapkan Senjata Presisi Lebih Dahsyat jika Perang Pecah
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.45
Iran Siapkan Target Baru Jika Trump Serang Lagi, Aset Militer AS di Eropa Jadi Sasaran Berikutnya
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.37
Iran Murka, Negara Teluk Diperingatkan Tak Boleh Bantu Militer AS
Berita terkait
Trump Sanksi Ekonomi Iran, Menlu Araghchi: Pengalihan Krisis AS, hanya akan Berujung Kekalahan Lanjutan
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 14.13
Donald Trump Umumkan “D-Day Ekonomi” Terhadap Iran: Sanksi Paling Menghancurkan dalam Sejarah
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 14.00
Presiden Trump Umumkan Operasi Ekonomi Terhadap Iran
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 07.00
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35