Wamen ESDM: Keterlambatan Transisi EBT Bisa Beban APBN Rp700-900 Triliun
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan keterlambatan transisi energi ke bioenergi, elektrik, dan terbarukan (EBT) berpotensi meningkatkan subsidi dan kompensasi energi dari Rp400 triliun menjadi Rp700-900 triliun, memerlukan tambahan pembiayaan utang atau efisiensi sektor lain. Kenaikan ini dipicu ketergantungan pada energi fosil dengan harga fluktuatif serta ketegangan geopolitik antara AS-Iran dan Rusia-Ukraina yang menyebabkan harga energi global naik. Berbeda dari kumparan yang meramalkan lonjakan Rp300 triliun pada 2026, CNN Indonesia menyebut ancaman total Rp700-900 triliun. Liputan6.com juga meramalkan kenaikan Rp300 triliun pada 2026, sama dengan kumparan. Kondisi ini memperlebar defisit APBN 2026 dan menekan biaya logistik akibat inflasi komoditas energi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Wamen ESDM Ungkap Dampak Besar APBN Jika RI Tak Beralih ke EBT
2 September 2026 pukul 11.04 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Konflik Geopolitik Ancam APBN, Subsidi Energi Diprediksi Naik Rp 300 Triliun
2 September 2026 pukul 13.30 · Baca aslinya ↗
kumparan
Subsidi & Kompensasi Energi 2026 Terancam Melonjak 2 Kali Lipat Jadi Rp 700 T
2 September 2026 pukul 13.36 · Baca aslinya ↗