Konflik Geopolitik Ancam APBN, Subsidi Energi Diprediksi Naik Rp 300 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338430/original/009385100_1788329618-email-attachment_2026_09_02_ariefhakim-at-klyid_beban-subsidi-kompensasi-energi-bisa-jebol-rp-300-triliun-tahun-ini_1000427819.jpg)
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memrediksi beban subsidi dan kompensasi energi bisa naik Rp 300 triliun pada 2026 akibat ketegangan geopolitik antara AS-Iran dan Rusia-Ukraina. Harga energi global terkerek naik, menekan APBN yang sudah menanggung subsidi BBM, listrik, dan LPG. Tanjung menyatakan tanpa akselerasi EBT, subsidi bisa meningkat dari Rp 400 triliun ke Rp 700 triliun, memperlebar defisit APBN 2026. Ketegangan global juga mempengaruhi biaya logistik, menyebabkan inflasi dan lonjakan biaya produksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 September 2026 pukul 13.36
Subsidi & Kompensasi Energi 2026 Terancam Melonjak 2 Kali Lipat Jadi Rp 700 T
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.55
Wamen ESDM Ungkap Subsidi Energi Bisa Bengkak Rp300 T Jika EBT Lambat
Detik.com · 2 September 2026 pukul 12.30
Wamen ESDM Sebut Anggaran Subsidi Energi Terancam Bengkak Rp 300 T
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 11.04
Wamen ESDM Ungkap Dampak Besar APBN Jika RI Tak Beralih ke EBT
Berita terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.772, Subsidi Energi Jadi Ancaman Baru bagi Fiskal
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.30
Kuota LPG 3 Kg Diprediksi Jebol, Pemerintah Buka Suara
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.30
RI Darurat Reformasi Subsidi Energi, Ekonom Beberkan Alasannya
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 14.55
Defisit APBN 2025 Terjaga 2,81%, Pemerintah Raih WTP ke-10 dari BPK
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 12.30