153 Juta Data SIM Bocor di Dark Web, Termasuk SIM Jurnalis dan Menhan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lebih dari 153 juta hasil pindai surat izin mengemudi (SIM) dari Amerika Serikat dan Kanada diduga bocor dan diperjualbelikan di dark web melalui layanan bernama Nexus. Layanan ini menyediakan berbagai dokumen pribadi lainnya, termasuk kartu medis, catatan pekerjaan, dan kartu identitas penduduk. Jurnalis keamanan siber Brian Krebs menjadi salah satu korban, yang mengetahui keberadaan basis data setelah hasil pindai SIM-nya digunakan sebagai sampel gratis untuk mempromosikan layanan tersebut. Krebs kemudian berinteraksi langsung dengan para pelaku dan bahkan menerima kembali hasil pindai SIM miliknya sendiri, yang berhasil dikonfirmasi sebagai data asli. Para pelaku juga menunjukkan hasil pindai SIM Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, menimbulkan kekhawatirkan mengenai keamanan dokumen identitas pejabat tinggi pemerintah AS. Karena banyaknya data pribadi yang beredar, kebocoran ini berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai bentuk penipuan identitas dan kejahatan siber lainnya.
Bagikan
Berita terkait
Bank Besar Bobol, Identitas Nasabah Sampai Data Kredit Terungkap
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 18.20
Ancaman Siber Meningkat, DPR Diminta Segera Sahkan RUU KKS untuk Beri Kepastian Hukum
JawaPos · 3 September 2026 pukul 20.45
Serangan Siber Capai 246,4 Juta, RUU Ketahanan Siber Didesak Segera Disahkan
kumparan · 3 September 2026 pukul 20.41
Panggilan Penipuan Makin Brutal, Melonjak 3 Kali Lipat hingga Juni 2026
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 17.17