48 Masjid di Singapura Diserang, Tolak Bayar Hacker Tebusan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan siber menyerang 48 masjid dan 4 madrasah di Singapura melalui sistem penggajian dan kepegawaian yang dikelola oleh perusahaan perangkat lunak pihak ketiga bernama Avelogic. Sistem ini digunakan oleh Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) untuk mengelola data pegawai dan pembayaran gaji. Akibatnya, ribuan staf masjid, guru, dan pengurus berisiko tidak menerima gaji tepat waktu. MUIS menegaskan tidak membayar tebusan kepada penjahat siber. Avelogic telah memulihkan sistem dan meminta bantuan ahli keamanan independen untuk menyelidiki cara peretasan terjadi. Sistem baru akan diaktifkan setelah semua celah keamanan diperbaiki.
Bagikan
Berita terkait
48 Masjid di Singapura Diserang, Tolak Bayar Tebusan Penjahat SIber
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 11.40
Riset Ensign Infosecurity: Model AI Canggih Mampu Memangkas Durasi Serangan Siber
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 05.00
89 Persen Perusahaan Indonesia belum Siap Hadapi Serangan Siber
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 20.12
Tito Ungkap Plus-Minus Pemilu Pakai e-Voting: Cepat, Murah, tapi Rawan Hacking
kumparan · 15 September 2026 pukul 22.06