Tito Ungkap Plus-Minus Pemilu Pakai e-Voting: Cepat, Murah, tapi Rawan Hacking
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa wacana penerapan electronic voting (e-voting) dalam pemilu masih dalam tahap diskusi dan belum diputuskan. Menurutnya, e-voting menawarkan keuntungan dari sisi kecepatan dan biaya, memungkinkan pemilih memberikan suara secara online tanpa harus datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Sistem ini sudah diterapkan secara terbatas di beberapa tingkat desa di Indonesia, namun masih menimbulkan pro dan kontra.
Di sisi lain, Tito menyoroti risiko keamanan yang melekat pada e-voting, seperti potensi hacking dan gangguan sistem yang dapat memengaruhi proses pemungutan suara. Selain itu, sistem e-voting yang langsung memproses hasil secara elektronik berisiko menimbulkan moral hazard atau kecurangan, karena tidak melalui proses perhitungan suara secara bertahap seperti sistem manual.
Meski risiko tersebut ada, Tito menekankan bahwa wacana e-voting tidak harus langsung ditolak. Ia menyarankan agar pemerintah, DPR, KPU, Bawaslu, DKPP, dan partai politik terkait untuk mempelajari praktik penerapan e-voting di negara lain, seperti India, sebelum membuat keputusan. Tito juga mengingatkan bahwa tidak semua negara maju menggunakan e-voting, sehingga pengalaman positif dan negatif perlu menjadi bahan pertimbangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 17.08
Mendagri Bicara Wacana e-Voting Pemilu: Cepat, tapi Dikhawatirkan Ada Hacking
Berita terkait
Bawaslu Ingatkan Risiko E-Voting, Soroti Pengalaman Jerman
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 12.55
Bawaslu Soroti Wacana E-Voting Pemilu RI: Sudah Tak Dipakai di Jerman
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 04.15
Bahas Pemilu Digital, Wamendagri Bima Arya Sampaikan Risiko-Manfaat
Detik.com · 1 September 2026 pukul 12.12
Bima Arya Wanti-Wanti soal e-Voting: Jangan Sampai Tukar Risiko Lama dengan Baru
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 11.35