AI Tak Akan Gantikan Developer, Skill Gap yang Lebih Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kekhawatiran AI menggantikan programmer semakin umum, namun menurut Codex Ambassador Indonesia Naufaldi Rafif, ancaman utama adalah kesenjangan kemampuan antara developer yang sudah memanfaatkan AI dan yang belum. Ia menekankan developer perlu belajar berkolaborasi dengan AI agar tidak tertinggal. AI coding agent sebaiknya diposisikan sebagai asisten kerja, bukan pengganti, dengan developer tetap sebagai pengarah dan pengambil keputusan. AI memiliki keterbatasan seperti potensi menghasilkan informasi keliru (hallucination), sehingga hasilnya harus divalidasi dan diuji sebelum digunakan. Di era AI, kemampuan teknis menulis kode bukan satu-satunya faktor pembeda; developer juga perlu memiliki judgment, kemampuan debugging, dan keterampilan meninjau hasil AI. Memberikan instruksi atau prompt yang tepat juga semakin penting. Naufaldi menegaskan developer yang kuat adalah yang mampu mengarahkan, memvalidasi, dan memperbaiki hasil AI, bukan sekadar menerima jawaban tanpa berpikir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 17.00
China Balas Dendam, Tidak Ada Ampun Buat Amerika
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 12.37
IHSG Bertahan di Tengah Kepanikan Bursa Asia, Sesi 1 Turun 0,04%
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 10.25
Drone Gaib Buatan Amerika Tak Terlihat Mata Telanjang Manusia
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 07.55
China Bikin AS Terguncang, Elit Dunia Sampai Mohon-Mohon ke Trump
Berita terkait
Bom Waktu Data Center Siap Meledak, Rp 94.000 Triliun Langsung Menguap
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 12.20
Cuma Apple yang Tidak Diajak Ketemu Presiden, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 11.35
Tepatkah Trump Ganti Nama AI Jadi <i>Super Intelligence</i>?
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.27
Action AI Boost Demo Day 2026 Tampilkan 10 Produk Berbasis AI yang Siap Unjuk Gigi
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 22.39